,

 

POLITIK


Kamis, 12 September 2013 - 10:07:49 WIB dibaca 791 Kali

Soal Bupati, Ki Entus yang penting Jadi

BERITASEPUTARTEGAL.COM, Slawi. Apa kata para calon Bupati Tegal kalau terpilih jadi Bupati Tegal? Apa yang akan dikerjakan untuk membangun Kab. Tegal? Apa program-programnya untuk pembangunan Kab. Tegal?. 

Dwi Mingguan SEPUTAR TEGAL dalam Berita Utamanya pada edisi 1-15 September 2013 menjawab keingintahuan masyarakat Kabupaten Tegal  melakukan wawancara khusus dengan semua calon Bupati Tegal Dari hasil wawancara terlihat kesiapan dan persiapan para calon Bupati Tegal. Kami akan menurunkannya secara lengkap semua wawancara tersebut. Dan berita ini diturunkan sesuai dengan urutan halaman di Seputar Tegal  berikut kami turunkan hasil wawancara Anam Syahmadani dengan Ki Enthus Susmono,   calon Bupati  yang diusung PKB  Berikut petikan wawancara :

SEPUTAR TEGAL (ST) : Apa motivasi Ki Enthus untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Tegal?

Ki Enthus Susmono, PhD  (KES) : Saya ini kan salah satu orang yang tidak senang kalau ada pejabat yang tidak sesuai dengan aturan-aturan, apalagi seorang Bupati. Saya kan pernah memperingatkan Pemerintah Kabupaten Tegal, sampai akhirnya saya dipenjara. Ketika saya keluar dari penjara saya punya itikad, punya prinsip, daripada saya mengingatkan terus, bosan saya, jenuh. Saya ingin maju saja.

(ST) : Akhirnya harus masuk ke sistem?

(KES): Manusia itu semua masuk dari sistem, pemerintahan juga sistem, pergaulan juga sistem, urip kan tersistem dengan adanya Agama. Jadi itu sebenarnya bukan dikotomi, bukan sesuatu yang beda. Pergaulan kemasyarakatan, cuma bedanya kalau sekarang saya mengelola keuangan sendiri, kalau nanti jadi Bupati mengelola keuangan negara.

(ST) : Selain ketenaran, apa yang menjadi modal Ki Enthus untu maju sebagai Calon Bupati Tegal?

(KES): Belajar dan belajar; belajar ilmu pemerintahan, belajar ilmu psikologi. Namanya ilmu itu kalau dipelajari ya bisa.

(ST): Untuk soal modal financial bagaimana?

(KES): Saya sudah berjalan tiga tahun. Enjoy-enjoy aja, pati-pati maju ya ana.

(ST): Jadi apa visi Ki Enthus?

(KES): APBD ya untuk rakyat, bukan untuk bancakan. APBD dikelola menghasilkan orang-orang pejabat-pejabat yang yang masuk penjara kan berarti ada kesalahan sistemnya. Orangnya bukan pejabatnya. Jadi tidak bisa dikatakan pejabat Kabupaten Tegal korup semua, yang tidak korup juga banyak, ada beberapa oknum saja. Cuma kebetulan oknum-oknum itu memegang vitalitas dari pemerintahan itu.

(ST): Jadi apa program unggulan Ki Enthus?

(KES): Meneruskan program-program pemerintah yang terbengkalai. Kalau tidak berarti ada sesuatu yang sia-sia. Contoh misalkan Mas Agus atau Bupati Agus sudah membuat program ini, ya diteruskanlah. Kalau bisa, kalau disetujui oleh DPR. Kan Bupati bukan monarki absolut kan? DPRnya gimana setuju apa ngga, disidangkan. Bupati itu hanya sebagai pengusul. Usulan disetujui, proyek datang, tanda tangan Bupati, kerjakan, DPR mengawasi, aturan mainnya begitu.

(ST): Sejauh ini, dukungan dari luar dari mana saja?

(KES): NU  (Nahdatul Ulama-red) semua.

(ST): Apakah dari NU sendiri secara bulat mendukung Ki Enthus?

(KES): Bulat, ngga lonjong.

(ST): Soal target suara?

(KES): Saya tidak mentarget suara, tapi targetnya jadi, sebanyak-banyaknya. Abangan juga ikut saya.

(ST): Sebagai Budayawan, menurut pandangan Ki Enthus, seperti apa korelasi budaya dan politik?

(KES): Negara Indonesia itu kan negara berkebudayaan. Seharusnya bahwa orang-orang politik itu kan harus politik berkebudayaan. Budaya lho, bukan kesenian. Kalau kesenian itu menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, kesenian itu merupakan salah satu pilar dari kebudayaan.

(ST): Jadi nanti  (kalau terpilih) akan membangun dengan berkebudayaan?

(KES): Sebetulnya bukan hanya cuma di Kabupaten Tegal, di Indonesia sendiri.  Secara nasional harus berkebudayaan.

(ST): Apa itu solusi?

(KES): Ya solusi. Wong manungsa ya kebudayaane manungsa, sejen karo kebudayaane kebo. Kebudayaane kebo mlaku wuda ora papa. Agama pun begitu, Agama harus berbudaya, Agama tanpa bersandingan dengan kebudayaan: Indonesia pan digawe Arab kabeh oh. Saya tidak setuju.

(ST): Kenapa?

(KES): Indonesia perilakunya, Islam pedomannya. Beda, kulturnya saja beda dengan Arab. Kabupaten Tegal itu kaya raya, subur makmur. Asal yang memegang pemerintahan konsisten.

(ST): Jadi jika diberi kesempatan memimpin, akan konsisten?

(KES): Konsisten dong, kalau ngga konsisten ngapain. Saya berkesenian selama dua puluh enam tahun berkesenian modalnya itu mung konsisten tok. Sampai saya terkenal dimana-mana itu konsisten.

(ST): Tentang kondisi Birokrasi sekarang, pandangannya seperti apa?

(KES): Baik-baik saja. Cuma tidak ada panutan, tidak ada orang yang memerintah. Namanya aja Plt. Sejak Mas Agus masuk penjara itu, mempengaruhi semua stabilitas yang ada.

(ST): Pandangan tentang reformasi birokrasi?

(KES): Birokrasi itu sudah jalan.

(ST): Artinya tinggal diapakan?

(KES): Ngga perlu diapa-apakan. Sesuaikan dengan undang-undang yang ada saja, sudah selesai. Eksekutif tidak bisa berjalan sendiri tanpa Legislatif.

(ST): Menurut Ki Enthus, apa menariknya menjadi Bupati?

(KES): Khoirunnas Anfa'uhum linnas; sebagus-bagusnya manusia itu yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Itu saja. Ngga terlalu muluk-muluk. Kadang juga ada, Bupati ngga korupsi, tapi peraturannya sangat mencekik leher masyarakat. Mbayar PDAM harus ada pendampingan dana, mbayar listrik harus ada pendampingan dana. Ada pungutan-pungutan, dan itu disetel oleh Bupati. Karena memang pada waktu pencalonan membutuhkan uang banyak, luruh balikan lah. Ora korupsi pancen, tapi kebijakannya itu mencekik leher rakyat: kompeni.

(ST): Dengan prestasi dalam dunia kesenian yang telah diberikan untuk Kabupaten Tegal, apakah Ki Enthus merasa belum bermanfaat?

(KES): Justru, banyak orang mengatakan kenapa Ki Enthus ingin menjadi Bupati? mestinya Gubernur atau Menteri. Saya mau fokus di Kabupaten Tegal. Ya percuma saya menggarap wilayah lain, kalau wilayah sendiri belum terselesaikan. Kalau Tuhan berkenan, kalau saya jadi.

(ST): Jika melihat kondisi Kabupaten Tegal sekarang, permasalahan apa yang paling mendesak untuk ditangani?

(KES): Sesuatu hal yang berkaitan dengan infrastruktur dan suprastruktur. Kalau itu sih ideal, bahkan semua Calon Bupati akan mengatakan itu semua.

(ST): Kalau dari Ki Enthus sendiri bagaimana?

(KES): Satu tahun saya menjadi Bupati itu kan belum bisa apa-apa. Soalnya APBD itu ya yang menandatangani Bupati yang terdahulu. Jadi mung ngesrog-ngesrogna tok, aja terlalu muluk-muluk. Menerap-nerapkan aja, sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Supaya tidak melanggar undang-undang, kalau melanggar undang-undang, berarti melanggar hukum, kaitannya karo penjara.

(ST): Jika nanti terpilih menjadi Bupati, bagaimana untuk profesi sebagai Pendalang?

(KES): Masih.

(ST): Apa itu nanti tidak mengganggu konsentrasi?

(KES): Kantor kan Sabtu dan Minggu tutup. Kalau saya nanti berkesenian di luar kota, sambil membawa produk-produk Kabupaten Tegal, memamerkan. Ada salah satu sample, kemarin teman saya dari Bandung itu ke sini. Suku cadang komputer itu, yang harganya empat juta. Bisa dikerjakan di Talang, itu hanya dengan uang tiga ratus lima puluh ribu, bahannya kuningan. Sayangnya kan belum  ada lisensi. Jadi itu kan nanti Bupati.

(ST): Jadi jika terpilih, soal lisensi itu akan direalisasikan?

(KES): Misalkan semacam itu.

(ST): Soal lapangan pekerjaan bagaimana?

(KES): Lapangan pekerjaan harus kita ciptakan. Saya dengan modal bungkus Aqua itu bisa makani Banser. Awalnya waktu saya di dalam penjara itu, istrinya narapidana datang, nangis, anaknya sudah dipecat dari sekolahan karena ngga bisa mbayar SPP. Utangnya di warung banyak, meja kursinya sudah dijual untuk makan. Maka setelah saya keluar dari penjara, saya masukan mesin daur ulang sampah. Dan saya sudah lama, bisa menggaji orang itu, narapidana, satu hari itu Rp. 22.500 rupiah. Dan mereka ngga jenuh kan, di samping belajar Agama, juga belajar bekerja. Jadi hak kemerdekaan sudah dirampas pemerintah, tapi hak hidup sebagai makhluk Allah, itu masih ada.

(ST): Dari beberapa Calon lain, adakah yang menjadi saingan berat?

(KES): Wah, ndak. Musuh terberat saya adalah diri saya sendiri. Untuk mengalahkan orang lain kan harus bisa mengalahkan diri sendiri.

(ST): Sampai saat ini sudah bisa mengalahkan diri sendiri?

(KES): Belum, masih belajar. Saya itu cuma khawatir aja, kalau barang yang ikhlas dipamerkan kan sudah turun kadar keikhlasannya. Pokoknya Bupati yang sudah main suap dengan masyarakat, sudah ngga bakalan bisa diharapkan. Pasti mencari kembalian, dan malapetaka bagi Kabupaten Tegal.

(ST): Apakah ada rencana untuk kembali menggondrongkan rambut lagi?

(KES): Saya itu tidak pernah merencanakan, termasuk masuk bui saja tidak direncanakan. Saya berarti motong rambut sudah dua kali, saat masuk penjara, dan kemarin ini dipotong lagi. Dan rambutnya itu ngga sia-sia, rambutnya diabadikan di wayang-wayang saya. Wayang Punakawan. Mohon do’a saja, mohon dukungan, semoga apa yang saya cita-citakan dikabulkan Tuhan.

 

 

 

 


BERITA LAINNYA


1 Komentar :

Rifaatul Mahmudah
12 September 2013 - 15:41:06 WIB

Bumi gonjang-gANJING langit kelap kelip,ehhh ki Enthus dadi Ratu. tok tok tok

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 

RUBRIK


TEGAL BREBES SLAWI
POLITIK PEMILU PROFIL
GAYA HIDUP EKO-BISNIS PENDIDIKAN
KULINER

PROFIL


Tentang Kami
Redaksi
Info Iklan
Ketentuan Khusus
Hubungi Kami

Jln.Gatot Subroto  NO.43 Tegal Selatan,Tegal.                      Telp. (0283) 321 662, Fax: (0283) 321 662  

Facebook: http://www.facebook.com/beritaseputartegal       Twitter: @KoranTegal             

Email:   beritaseputartegal@yahoo.co.id